Senin, 08 Maret 2010

Macam-Macam Penyimpangan Seksual


Dalam bahasa medis, penyimpangan seksual disebut parafilia. Asalnya dari bahasa Yunani, para = samping, philia = cinta. Parafilia digunakan untuk menyebut sifat dan perilaku serta ketertarikan seksual yang di luar kebiasaan serta di luar kewajaran. Ada beberapa macam, antara lain:

Homoseksual, mengacu pada kelainan interaksi seksual dan/atau romantis antasa pribadi yang berjenis kelamin sama. Kata homoseks digunakan untuk hubungan intim dan/atau hubungan seksual di antara orang berjenis kelamin yang sama. Istilah gay pada mulanya digunakan untuk pengacu pada orang-orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai homoseks. Tanpa memandang jenis kelamin. Belakangan, gay digunakan untuk mengacu laki-laki homoseksual. Sedangkan kata lesbian digunakan untuk merujuk wanita homoseksual. Homoseksual termasuk perbuatan dosa yang tua. Ribuan tahun yang lalu, kaum Luth di kota Sodom dan beberapa kota tetangga telah melakukan hal ini. Kata sodomi, perbuatan bersetubuh melalui dubur diturunkan dari nama kota Kum Luth ini. Istilah sodomi kemudian menjadi sebutan bagi aksi ngeseks via dubur baik pada pasangan sesama jenis maupun dengan pasangan perempuan, bahkan pada istri sendiri. Entah dengan siapa pun, sodomi dalam kacamata Islam merupakan penyimpangan dan dan termasuk perbuatan maksiat.

Sadomasokisme, sadisme mengacu pada penyimpangan seksual di mana pelaku merasakan kenikmatan seksual saat menyiksa pasangan seksnya. Sedangkan masokisme mengacu pada penyimpangan seksual saat pelaku merasakan kenikmatan seksual saat disiksa pasangannya. Sadomasokismen digunakan untuk menerangkan kemunculan perilaku sadisme atau masokisme pada seseorang sebagai penyimpangan yang berdiri sendiri atau untuk mencakup keduanya.

Eksibisionisme, masih ingat stiker tidak senonoh bergambar orang yang memperlihatkan pantatnya yang sempat ngetren beberapa waktu lalu? Itulah praktik eksibisionisme. Penyimpangan ini disebut juga apodisofilia ini merupakan penyimpangan seks di mana pelakunya senang memperlihatkan bagian tubuhnya yang seharusnya tertutup kepada orang lain. Penderita penyimpangan seksual ini akan suka dan terangsang jika orang lain takjub, terkejut, takut, jijik, dan lain sebagainya.

Onani atau masturbasi, Nah ini dia yang sering dilakukan para remaja, Onani atau masturbasi sebenarnya berdefinisi sama, yaitu merangsang alat kelamin sendiri baik dengan tangan maupun alat bantu sehingga mencapai kepuasan seksual atau sampai keluar sperma. Ada yang berpendapat bahwa sebutan onani khusus untuk praktek begituan yang dilakukan laki-laki, sedangkan masturbasi adalah sebutan praktek begituan untuk kedua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan.

Fetishisme, adalah suatu penyimpangan seksual di mana pelakunya suka menyalurkan nafsu seksnya dengan cara beronani dengan benda-benda mati seperti gaun, pipa, bola lampu, dan sebagainya.

Voyeurisme, pelaku penyimpangan seks ini mendapat kepuasan seksual dengan melihat diam-diam atau mengintip orang lain (baik sejenis kelamin atau tidak) yang sedang telanjang, menaggalkan pakaian, atau melakukan hubungan seksual. Kelainan ini disebut juga skopofilia. Anehnya, pelaku voyeurisme sama sekali tidak mengiginkan berhubungan seksual dengan orang yang diintip. Ia cuma berharap memperoleh kepuasan orgasme dengan cara masturbasi selama atau sesudah mengintip. Berbeda dengan orang yang normal, penderita voyeurisme sudah terpuaskan tanpa harus melakukan senggama. Nggak seperti anggapan orang, voyeurisme tidak dapat dilekatkan kepada penggemar film dan pertunjukan porno, karena para pemain film itu dengan sengaja menghendaki dan menyadari bahwa mereka akan ditonton orang lain. Sebutan voyeurisme hanya berkaitan dengan intip-mengintip. Voyeurisme sejati tidak akan terangsang jika melihat seseorang yang tidak berpakaian dihadapannya. Mereka hanya terangsang dengan melakukan pengitipan. Dengan mengintip mereka mampu mempertahankan keunggulan seksual tanpa mengalami resiko kegagalan atau penolakan dari pasangan yang nyata.

Pedofilia, adalah kondisi orang yang mempunyai ketertarikan atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki masa remaja. Istilah ini seringkali ditujukan kepada orang-orang dewasa yang memiliki kondisi ini. Kadang istilah ini juga digunakan untuk merujuk kepada pelaku pelanggaran seksual kepada anak-anak.

Gerontofilia, kalo di atas suka sama anak-anak yang ini malah suka pada yang sudah kempot bin reyot. Gerontofilia adalah suatu perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku tertarik dan mencari kepuasan kepada orang yang sudah berusia lanjut alias nenek-nenek atau kakek-kakek.

Bestialitas, adalah hubungan seksual antara manusia dengan binatang, contohnya manusia dengan kuda, anjing, sapi, kambing, ayam, bebek, kucing, babi, simpanse. Jika bestialitas adalah sebutan untuk aktivitas seksualnya, maka kecenderungan atau ketertarikan seksual manusia terhadap binatang disebut zoofilia.

Nekrofilia, adalah penyimpangan seksual dimana pelakunya suka ngeseks sama orang yang udah mati alias mayat. Dalam bahasa Yunani, nekro berarti mayat. Kelainan ini disebut juga thanatofilia atau necrolagnia. Masak ada yang beginian? Disebut-sebut tentu saja ada. Beberapa kebudayaan kuno melakukan beginian sebagai media berkomunikasi dengan jin. Sebagian ilmu sihir asli negeri ini juga mensyaratkan praktik menjijikkan ini juga. Dalam lintasan sejarah, tercatat Sersan Bertrand dari resimen ke-74 militer Prancis pernah membongkar kuburan beberapa wanita dan berhubungan seks dengan mayat wanita itu. Guido Henckel von Donnersmarck (mati 1916 M) juga diduga melakukannya dengan mayat istri pertamanya yang ia simpan dalam tangki alkohol raksasa. Ada juga orang bernama Henri Blot yang membongkar kuburan seorang penari balet, Fernande Mery, pada Maret dan Juni 1886M dan berhubungan seks dengan mayat itu.

Frotteurisme, merupakan kelainan seksual dimana pelakunya mendapatkan kepuasan seks dengan jalan menggesek-gesekkan bagian tubuhnya ke orang lain di tempat umum seperti kereta, pesawat, bis, atau konser musik. Aksi gesek-menggesek ini biasanya dilakukan dengan tangan atau juga dengan alat kelamin yang dikenakan pada sembarang tubuh korban, termasuk pada area kelamin korban. Mayoritas pelakunya adalah laki-laki dan kebanyakan korbannya adalah perempuan, walau ada juga perempuan yang melakukannya kepada laki-laki atau laki-laki kepada sesamanya. Orang dewasa yang melakukannya ke anak kecil juga ada.

Zina, adalah hubungan seksual yang dilakukan dengan orang yang bukan pasangan sah-nya, alias bukan suaminya atau bukan istrinya. Dengan definisi ini, sepasang remaja yang belum menikah jika nge-seks maka mereka disebut berzina. Seorang pria yang nge-seks sama wanita yang bukan istrinya juga disebut berzina. Ini juga termasuk incest, alias hubungan sedarah, atau hubungan seks sesame anggota keluarga sendiri non suami-istri seperti antara ayah dengan anak ceweknya, ibu dengan anak cowoknya, kakak dengan adiknya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

About Me

Followers

Copyright © 2010 BulPen Corporation

Template By Nano Yulianto