Rabu, 07 April 2010

iPad Bakal 'Memakan' Pasar Netbook

0 komentar Read More →
Jakarta - iPad mulai mencuri perhatian banyak orang. Bahkan berdasarkan laporan Display Search, penjualan netbook tahun ini dikhawatirkan anjlok akibat termakan euforia iPad.

Didorong oleh iPad, pasar tablet pun diprediksi bakal mendapat keuntungan luar biasa, dengan menggerus pasar netbook. Nah, sebenarnya musuh dari netbook bukan hanya iPad semata namun juga HP Slate serta tablet-tablet lain.

Menurut Display Search yang dikutip detikINET, Rabu (7/4/2010), pertumbuhan iPad terbesar diprediksi bakal datang dari Amerika Utara dan Eropa Barat. Hal tersebut karena Apple telah menetapkan jalur distribusi kunci dan membuat kesepakatan dengan penyedia konten yang bakal melahirkan potensi-potensi bisnis baru.

Display Search memperkirakan bahwa penjualan PC tablet -- bukan hanya iPad -- bakal mencapai sekitar 5 juta unit pada 2010 ini. Hal itu bakal menyebabkan netbook turun harga, dari sekitar US$ 400-an menjadi US$ 300-an. Lalu apakah netbook ke depannya bakal punah?

Nampaknya tidak. Sebab pengguna akan tetap mencari PC kedua atau ketiga apalagi jika harganya murah. Beberapa industri tetap akan memanfaatkan kepraktisan netbook ketimbang iPad.

Ironisnya, harga netbook yang diprediksi turun tentu membuat biaya produksi sedikit membengkak. Pasalnya, produsen netbook masih harus melakukan sharing profit dengan pihak ketiga, distributor, pemasok komponen dan sebagainya. Sementara iPad bakal lebih diuntungkan dengan adanya App Store yang sangat praktis dari sisi bisnis

Minggu, 04 April 2010

Kebiasaan Onani Ganggu Kesehatan Mental

0 komentar Read More →
Pada dasarnya perilaku seksual remaja usia belasan tahun sama dengan orang dewasa. Ketika hasrat seksual muncul terkadang sangat mengganggu terutama konsentrasi belajar. Salah satu pelampiasan yang sering dilakukan adalah melalui onani (pada laki-laki) atau masturbasi (pada perempuan). Onani atau masturbasi pada remaja sebenarnya adalah bentuk gangguan orientasi seksual yang bisa berdampak buruk pada kejiwaan sebab menyebabkan efek adiksi (ketagihan).
Onani adalah suatu cara mencapai kepuasan dengan merangsang diri sendiri, terutama pada organ kemaluan untuk mencapai kepuasan tertentu. Perilaku onani bisa timbul karena ketegangan seks pada saat pubertas. Pada umumnya keadaan itu timbul pada laki-laki yang belum menikah karena dorongan seksual yang begitu besar. Menurut para ilmuwan, melakukan onani tidak merusak kesehatan jika tidak berlebihan. Karena masturbasi hanyalah mengeluarkan apa yang berlebihan pada tubuh.
Jadi kehilangan benih tidaklah merugikan tubuh karena kelenjar benih segera mengisi kekosongan akibat perbuatan masturbasi tersebut. Tapi sebenarnya lebih dari itu, bahaya dan kerugiannya terletak pada dampak psikologis yang ditimbulkannya.
Menurut dr Istar Yuliadi, pakar seksologi asal Solo, onani maupun masturbasi sering dilakukan oleh remaja dengan tujuan melampiaskan hasrat seksual yang terpendam. Perilaku ini dianggap lebih aman karena tidak berhubungan dengan lawan jenis, sehingga risiko terkena penyakit menular seksual menjadi rendah.
“Akan tetapi sama dengan efek dari perilaku seksual yang lain, onani akan menyebabkan efek ketagihan atau adiksi jika tidak dikendalikan,” ujar Istar dalam Seminar Nasional Perilaku Seks Remaja di UNS belum lama ini. Hampir sebagian besar laki-laki dan perempuan muda pernah melakukan onani atau masturbasi. Sebab saat ini perilaku menyimpang yang kadang juga menggunakan alat ini dianggap sebagai hal yang biasa dan lumrah dilakukan. Bahkan diperkirakan 95 persen laki-laki pernah melakukan onani, sementara 60 persen perempuan juga demikian.
Istar mengungkapkan, tren perempuan untuk melakukan masturbasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Diperkirakan saat ini jumlahnya mencapai angka 80 persen atau mungkin lebih.
Media yang biasanya digunakan untuk melakukan onani adalah media visual, entah berupa film ataupun gambar, yang kesemuanya dapat dikategorikan sebagai pornografi. Onani yang dapat menyebabkan ketagihan pada remaja yang melakukannya ternyata memiliki dampak buruk terhadap otak. Beberapa ahli mengutarakan, dampak pornografi terhadap perilaku penyimpangan seksual akan mengakibatkan otak bagian tengah yang disebut dengan ventral tegmental area (VTA) secara fisik akan menjadi mengecil.
Disebabkan Pornografi
Gangguan orientasi seksual pada remaja saat ini paling banyak disebabkan oleh pornografi yang sekarang mudah didapat, terutama lewat dunia maya. Padahal gangguan ini menimbulkan perubahan konstan pada neurotransmiter (proses penyampaian pesan secara kimiawi) dan melemahkan fungsi kontrol. “Ini (pornografi) yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya,” tegas Istar.
Selain itu, ketagihan pada pornografi (onani) juga dapat menimbulkan gangguan pada memori. Meski kondisi itu menurut Istar, tidak berlangsung dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif (nakal atau merusak), ekskalasi (peningkatan) kecanduan, desensitasi (antisensitif) dan akhirnya penurunan perilaku. Bahkan, diketahui kerusakan otak akibat kecanduan akibat pornografi adalah paling berat dari kecanduan kokain. Sebagai langkah pencegahan, sex education (pendidikan seks) sangat berguna untuk mencegah remaja pada kebiasaan onani.
Pendidikan seks dimaksudkan sebagai suatu proses yang seharusnya terus-menerus dilakukan sejak anak masih kecil. Pada permulaan sekolah diberikan sex information dengan cara terintegrasi dengan pelajaran-pelajaran lainnya, seperti penjelasan seksual yang sederhana dan informatif. Misalkan, onani atau masturbasi adalah suatu bentuk penyimpangan dalam menyalurkan seks.
Dalam kehidupan yang semakin keras banyak orangtua lupa pentingnya memperhatikan perkembangan psikologi anak terutama pengertian tentang seks. Sebab onani merupakan ekspresi seorang anak dalam mencari tahu pengetahuan yang salah tentang seks.

Sering Bersin, Waspadai Rinitis Alergi

0 komentar Read More →
Rinitis alergi adalah peradangan yang terjadi pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi peradangan dengan perantara Immunoglobin E (IgE). Penyakit ini ditandai dengan obstruksi (sumbatan) hidung, secret atau lendir hidung cair, bersin-bersin, serta gatal pada hidung dan mata. Jenis penyakit pada telinga hidung dan tenggorokan atau THT ini disebabkan oleh alergi terhadap partikel, seperti debu, asap, serbuk (tepung sari) yang ada di udara. Meskipun bukan penyakit berbahaya yang mematikan, rinitis alergi dianggap penyakit yang serius karena dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Rinitis alergi adalah penyakit umum yang paling banyak diderita oleh perempuan dan laki-laki yang berusia sekitar 30 tahun. Tak hanya aktivitas sehari-hari yang menjadi terganggu, biaya yang akan dikeluarkan untuk mengobati pun akan semakin mahal apabila penyakit ini tidak segera diatasi jika menjadi kronis.
Menurut dr Kartono Sudarman SpTHT-KL (K), spesialis THT dari RS Dr Sardjito Yogyakarta, terdapat dua penyebab utama rinitis alergi yakni rinitis alergi musiman (hay fever) dan rinitis alergi yang terjadi terus menerus (perennial).
Rinitis alergi musiman umumnya disebabkan karena kontak dengan alergen (zat penyebab alergi) yang berasal dari luar rumah seperti tepung sari dari tumbuhan yang menggunakan angin untuk penyerbukannya dan spora jamur. Alergi terhadap tepung sari berbeda-beda pada setiap penderita, tergantung kondisi geografis dan jenis tanaman yang ada, juga jumlah serbuk yang ada di dalam udara. Selain itu udara panas, kering dan angin mempengaruhi banyaknya serbuk di udara bila dibandingkan dengan saat udara dingin, lembab dan hujan. Jenis seperti ini biasanya terjadi di negara yang memiliki empat musim.
Sedangkan rinitis alergi yang terjadi terus menerus disebabkan karena kontak dengan alergen yang sering berada di rumah misalnya kutu debu rumah, kecoa, tumbuhan kering, jamur, bulu binatang atau protein yang dikandung pada kelenjar lemak kulit binatang. Protein ini dapat tetap berada di udara selama berbulan-bulan meskipun binatang itu tidak ada di ruangan. Badan kesehatan dunia (WHO) lewat iniative ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma) merekomendasikan, berdasarkan sifat berlangsungnya rinitis alergi juga dibagi menjadi dua.
Pertama, intermiten (kadang-kadang) yaitu bila gejala kurang dari empat hari per minggu atau kurang dari empat minggu. Kedua, persisten (menetap) yaitu bila gejala lebih dari empat hari per minggu dan atau lebih dari empat minggu.
Gejalanya bisa berupa bersin berulang-ulang lebih dari enam kali. Seringnya terjadi pagi dan malam, hidung mengeluarkan secret cair seperti air (runny nose), terasa cairan menetes ke belakang hidung (post nasal drip) karena hidung tersumbat, serta hidung gatal dan disertai gatal pada mata, telinga dan tenggorokan,” ujarnya dalam Simposium Nasional Alergi dan Demo Operasi Penatalaksanaan Terkini Alergi dan Penyakit Laring Faring oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok-Bedah Kepala Leher (Perhati-KL) Cabang Surakarta, belum lama ini.
Penyakit Turunan
Penyakit ini memiliki herediter (menurun secara genetik) dengan predisposisi (kecenderungan) genetik kuat. Apabila salah satu dari orangtua menderita alergi, kemungkinan sebesar 30 persen menurun terhadap keturunannya dan bila kedua orangtua menderita akan diperkirakan mengenai sekitar 50 persen keturunannya.
Kartono menambahkan, rinitis alergi tak bisa disembuhkan secara total, sehingga tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. Pengobatan yang utama adalah dengan menghindari atau meminimalkan kontak dengan alergen, misalnya menghindari penyebab terjadinya reaksi rinitis alergi.
“Contohnya menjaga kebersihan rumah dan menghindari memakai alat atau bahan yang mudah menyimpan debu seperti karpet. Bila diperkirakan alergi dengan bulu atau protein hewan, hindari memelihara jenis hewan tersebut. Dapat juga menggunakan filter debu udara di rumah,” papar Kartono.
Untuk menghindari pembengkakan pada hidung, biasanya dokter memberikan terapi medikamentosa baik yang diminum atau dalam bentuk spray hidung untuk mengurangi pembengkakan selaput lendir hidung.
Pengobatan lainnya adalah imunoterapi yaitu memberi alergen dalam jumlah kecil bertahap penderita dengan harapan tubuh menjadi kurang sensitif sehingga reaksi yang terjadi berkurang. Pengobatan ini ditujukan bila penderita tidak responsif dengan pengobatan medikamentosa atau mengalami komplikasi, misalnya radang sinus dan telinga yang sering kambuh. Atau penderita menolak minum obat-obatan dalam jangka waktu lama. “Imunoterapi menekan pembentukan IgE. Imunoterapi juga meningkatkan titer (kekuatan) antibodi IgE spesifik,” pungkasnya.

Kenali Gangguan Seksual pada Remaja

0 komentar Read More →
Gangguan seksual merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh remaja pada masa sekarang. Jika hal ini terus berlangsung akan menyebabkan penurunan prestasi belajar serta dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, gangguan seksual ini perlu diketahui agar dapat dilakukan penatalaksanaan sebagaimana mestinya sehingga dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Bagi kebanyakan remaja, gangguan seksual biasanya dianggap sebagai suatu aib sehingga penderita umumnya menyembunyikan dan merasa malu untuk berkonsultasi atau berobat. Akibatnya, hal ini justru akan menimbulkan masalah yang lebih lanjut baik di bidang akademik maupun nonakademik. Pasalnya, selama remaja kehidupan laki-laki dan perempuan dihiasi oleh seksualitas. Sehingga masa remaja adalah waktu untuk penjelajahan dan eksperimen, fantasi seksual, dan kenyataan seksual, sehingga menjadikan seksualitas sebagai bagian dari identitas seseorang.
Menurut Prof Dr dr Aris Sudiyanto SpKJ (K), psikiater dari Fakultas Kedokteran UNS, remaja memiliki keingintahuan yang tidak pernah terpuaskan mengenai misteri seksualitas. Kebanyakan remaja secara bertahap berhasil membentuk identitas seksual yang matang. Namun sebagian besar remaja harus melalui masa yang rawan dan penuh kebingungan sepanjang perjalanan seksual mereka. “Seksualitas meliputi aspek kepribadian individu, sikap, dan tingkah laku yang sesuai dengan jenis kelaminnya,” jelasnya dalam Seminar Perilaku Seks Remaja di kampus UNS, beberapa waktu lalu.
Menurut pandangan psikodinamika, kelainan atau gangguan yang dialami pada masa remaja berkaitan dengan masalah perkembangan yang dialami, di mana proses gangguannya dapat dimulai sejak usia dini. Adanya masalah yang terjadi saat ini merupakan akibat konflik yang dihadapi saat masih kecil. Oleh karena itu, penanganannya pun dengan berusaha menemukan konflik yang menjadi masalah di masa kecil tersebut.
Aris menambahkan, seksualitas itu sendiri tergantung dari empat faktor yaitu identitas seksual, identitas gender, orientasi seksual dan perilaku seksual. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi kepribadian, perkembangan, dan fungsi seseorang.
“Identitas seksual adalah pola karakteristik seksual biologi seseorang yakni kromosom, genetalia eksterna dan interna, komposisi hormonal, kelenjar kelamin, dan ciri-ciri seks sekunder. Pada perkembangan normal, karakteristik ini membentuk suatu pola terpadu yang membuat seseorang tidak ragu terhadap seks (kelamin) mereka,” ujarnya.
Sedangkan identitas gender adalah perasaan apakah dirinya seorang laki-laki atau perempuan. Umumnya pada usia 2 hingga 3 tahun, setiap orang telah memiliki keyakinan yang kuat bahwa dirinya laki-laki atau perempuan.
Dorongan Seksual
Aris menerangkan, gangguan seksual pada remaja dapat dikelompokkan yakni, disfungsi seksual, parafilia, gangguan identitas jenis kelamin, serta adiksi seksual. Di antara keempat kelompok tersebut, parafilia merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan fantasi, dorongan, atau perilaku seksual berulang yang menyertakan objek selain manusia.
Ekshibisionisme adalah kelainan yang termasuk dalam kelompok parafilia di mana seseorang akan menunjukkan alat kelaminnya pada orang lain dengan tujuan agar korban terkejut, syok, atau terangsang secara seksual. Orang yang didiagnosis mengidap ekshibisionisme biasanya tidak tertarik untuk melakukan kontak seksual aktual dengan korbannya.
Ada pula fetihisme yang berupa membangkitkan fantasi dengan benda berupa objek mati berupa pakaian dalam seperti bra, celana dalam, atau stoking. “Laki-laki dengan fetihisme lebih memilih objeknya daripada orang yang memiliki. Pada tahap yang lebih parah pengidap kelainan ini akan memakai pakaian lawan jenis dengan tujuan untuk mendapatkan rangsangan seksual disebut transvestik fetihisme,” paparnya.
Kelainan lain yang masih termasuk parafilia adalah melihat secara sembunyi-sembunyi orang yang tidak berpakaian atau saat membuka pakaian (voyeurisme), menggosok atau menyentuh tubuh orang tanpa izin (froterisme), melakukan seksual dengan anak yang belum puber (pedofilia), atau tindakan seksual dengan perasaan dipermalukan, diikat, serta dicambuk (masokisme seksual).
Dorongan seksual merupakan bawaan dan bervariasi pada orang yang berbeda, tetapi banyak perilaku seksual yang dipelajari. Pengalaman seksual awal, khususnya selama pubertas dan remaja memiliki efek yang tertanam. Jika pengalaman ini berhubungan kuat dengan kepuasan dan pelepasan tekanan, maka kemungkinan besar pengalaman ini akan diulangi, dan orang tersebut terkondisi pada bentuk khusus dari ekspresi seksual.
“Pembelajaran seksual sebaiknya dimulai sejak masa kanak-kanak. Pada pengertian luas, pembelajaran terjadi melalui interaksi orangtua dan anak,” pungkasnya.

Minum Kopi Teratur Kurangi Risiko Diabetes

0 komentar Read More →
Jangan minum kopi, nanti sakit jantung lho! Anggapan awam seperti ini ternyata tak sepenuhnya benar. Karena ternyata kopi bersahabat dengan jantung.
Dalam konferensi American Heart Association (AHA) di San Francisco, mendata sejumlah nilai plus peminum kopi. Peminum kopi memiliki risiko rendah untuk penyakit ritme jantung abnormal. Dan tidak ada indikasi dengan meneguk beberapa cangkir kopi bisa meningkatkan risiko aterosklerosis atau penebalan dinding pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung. Kandungan lain dalam kopi, selain kafein dapat mengurangi risiko diabetes bagi perempuan yang teratur meminumnya.
Namun salah satu laporan menemukan potensi hubungan antara minum kopi dengan tekanan darah tinggi. Tapi jangan khawatir, efeknya masih bisa ditoleransi.
“Studi tentang ritme jantung ini meneliti 130.054 anggota Kaiser Permanente Medical Care Program yang dirawat akibat gangguan ritme jantung. Sekitar dua persennya mengalami atrial fibrillation. Namun, bagi peminum kopi empat cangkir per hari lebih rendah 18 persen risiko terkena jantung dibanding mereka yang tidak minum kopi,” jelas Dr Arthur Klatsky, konsultan jantung senior.
Studi lain yang diikuti 3.000 pria dan wanita usia 20 tahun tidak menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan atherosklerosis, baik laki-laki dan perempuan, kulit hitam atau putih, perokok atau bukan perokok.
Hal ini diamini oleh Jared Reis, ahli epidemiologi dari US National Heart, Lung and Blood Institute yang menyatakan tidak ada hubungan substansial antara minum kopi dan peningkatan atau penurunan aterosklerosis.
Tidak hanya itu Women’s Health Study menjelaskan bahwa diabetes tipe 2 (diabetes karena gaya hidup) lebih sedikit dialami peminum kopi. Peneliti membandingkan 359 perempuan setelah menopause yang menderita diabetes tipe 2 dan 359 wanita tanpa penyakit. Ditemukan wanita yang minum empat cangkir kopi berkafein sehari, memiliki risiko 56 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi kopi.
“Kopi mengurangi risiko dari efek kafein karena pengikat kafein hormon,” ujar Dr Liwei Chen, asisten profesor University of California, Los Angeles.

Kamis, 01 April 2010

Survei Master, Okezone 3 Besar Situs Berita Terpopuler

0 komentar Read More →
PENGGUNA internet di Indonesia kian hari kian berkembang secara signifikan, yang mendorong semakin maraknya konten lokal. Menurut survei yang dilakukan Masyarakat Internet Indonesia (Master), ada 10 situs lokal yang sering dikunjungi netters tanah air.

Lembaga yang baru didirikan pada Februari 2010 itu menyebutkan 10 situs lokal yang paling sering diakses oleh 1.000 responden yang ditanyai, adalah Detikcom, Kompas.com, Kaskus, KlikBCA, Okezone, Vivanews, Kapanlagi, Bankmandiri, Games.co.id, dan Inilah.com.

Okezone yang berada di posisi kelima situs lokal paling populer berhasil menarik minat responden sekira 10 persen. Jika semakin dikerucutkan, ada tiga situs berita online yang menembus tiga besar, yaitu Detikcom, Kompas.com, dan Okezone.com.

Menurut keterangan resmi Masyarakat Internet Indonesia, kendati situs berita online menguasai daftar 10 besar situs lokal yang paling sering diakses, namun hanya 15 persen responden yang memanfaatkan internet untuk membaca informasi. Pemanfaatan paling besar lebih banyak dilakukan untuk melakukan pertemanan dengan tingkat persentase sebesar 15 persen.

Google akan Angkat Kaki dari Australia?

0 komentar Read More →
Australia - Google dikabarkan akan angkat kaki dari Australia terkait rencana pemerintah Negeri Kanguru melakukan sensor konten internet. Namun lagi-lagi kabar ini hanyalah salah satu lelucon 1 April.

Dikutip detikINET dari Ibtimes, Kamis (1/4/2010), lelucon itu menyebutkan bahwa CEO Google, CEO Eric Schmidt, sedang mempertimbangkan untuk membahas masalah sensor ini dengan Departemen Luar Negeri AS untuk menentukan sikap internasional terkait masalah tersebut.

Disebutkan pula bahwa Stephen Conroy, Menteri Komunikasi Australia dalam wawancara dengan ABC Radio 'menyentil' Google dengan mengatakan bahwa semestinya raksasa internet itu meninjau kebijakan privasinya sendiri terlebih dahulu sebelum mengkritisi kebijakan Pemerintah Federal Australia.

Conroy juga menyebut bahwa orientasi Google adalah rasa cinta pada uang. Ia menandaskan bahwa pemerintah Australia sedang mengambil sikap tegas dalam kebijakan filter internet.

Google memang gemar melontarkan lelucon-lelucon 1 April yang dikemas dengan begitu meyakinkan sehingga mengecoh orang. Misalnya, di halaman Google Inggris telah muncul lelucon soal aplikasi penerjemah untuk Android. Aplikasi buatan Google ini konon bisa menerjemahkan suara binatang-binatang populer, termasuk ayam, kucing dan lainnya.
 

About Me

Followers

Copyright © 2010 BulPen Corporation

Template By Nano Yulianto