Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2011

Record Of a Rebel

0 komentar Read More →
Silent waiting time
Without realizing it I counted beats seconds elapsed
I hope his husky voice was heard again
But maybe I've been away from the mosque
...
Since I left
Ask will they always be approached
Are they waiting there
Or laugh hope I did not come back?

Why I can not entirely pessimistic on them?
Is it because I still hope tuk presumed to exist?
Orsip the world because it is too long
Makes me insensitive? Numb?

Not the slightest thought of challenging the law of God
I just do not want too be judged
Step wrong, I know one way
I just tried to run after a dream

If my death should not decide for yourself
at least
Let me be in this world that I put myself

I know the wrong road, wrong step
sorry, let me take that decision

Rosario

0 komentar Read More →
Along the path from every nook and cranny
Becomes a witness in whole your lifetime
She is a little girl sets down
Reaching the dream, unreachable hope

In your young age, death came to you
Because a sick stranger
Took away vibrator in your virginity
You’re holding your pain for so long

Oo Rosario, a girl lives on the street
Met someone as if he was a god
But in fact he was only a monster

Oo Rosario, your pain can be felt by millions of people
Oo Rosario, your scream reverberated in the world
Oo Rosario, we are shouting the fight

Millions of Children

0 komentar Read More →
There are million of children in this world
Not all of them live in prosperity
Being hurt more and more
Forgotten by the country which is supposed to protect them

Should we just watch without taking action?
Let’s hold them

Thousand of them
have been grabbed from their place
by giant hands
Sparkled with glamour of city life

Should we just watch without taking action?
Let’s hold them

The children are restrained all their life time
They must work
Spread all over states

Tortured by rich people, the mafia
Should we just watch without taking action?
Demand this country to protect them
Keep fighting
to reach a happy life

I’m Scared

0 komentar Read More →
In the midst of loneliness
Desert winds blow often
Forming a shadow
The face of the night is hidden
The wave brings death

Greeting Time
As long as a child’s gaze
Their souls lost
Without song melodies
Children’s games covered in blood

Where is the world
That sung me lullabies
In the hands of laughter
Following the turning of the earth around the sun
As little images full of imagination

Now thick smoke covers humanity
Drawing thunder and opening deep wounds
Scratching the anxiety of unsettled souls
We should fight together

ACEH CHILD

0 komentar Read More →
A little child crouching alone
In an instant losing an entire family
Everything is gone, destroyed by an angry sea
In the midst of chaos searching for brothers and sisters
Haunted by the hands of evil

The news is heard throughout the world
Now responsibility of the children constantly change hands
Ripped from their roots, far from their native land
Cursed, they search for chances
That’s the work of the mafia

Selasa, 14 Desember 2010

PUISI KARYA ARIEL PETERPAN

0 komentar Read More →
Jika saya bercerita sekarang,



Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya,
Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya,
Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi,
Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik hal yang baik dari
kemakluman itu,
Atau hanya akan mengikuti keburukannya
Maka lebih baik saya diam.

Jika saya bersuara sekarang,
Maka itu akan membuat,
Saya terlihat sedikit lebih baik,
Dan beberapa lainnya terlihat lebih buruk sebenarnya,
Maka saya lebih baik diam.

Jika saya berkata sekarang,
Maka akan hanya ada caci maki,
Dari lidah ini,
Dan teriakan kasar tentang kemuakan,
Serta cemoohan hina pada keadilan,
Maka saya lebih baik diam.

Saya hanya akan berkata pada Tuhan, bersuara pada yang berhak,
Berkata pada diri sendiri,
Lalu diam kepada yang lainnya,
Lalu biarkan seleksi Tuhan,
Bekerja pada hati setiap orang.



Selasa, 05 Oktober 2010

Pintu Demi Pintu

1 komentar Read More →
Ingatkan aku jalan berliku menuju rumahmu. Ingatkan juga bagaimana cara mengetuk pintu, karena pintu selalu ingin diketuk, ingin membuka kala tertutup, ingin pula mengingat cara mengunci diri sendiri. Meski anak kunci itu mungkin sudah patah, lubang kunci tetap abadi.

Kemudian, ingatkan aku seusil angin, menyusup ke dalam lubang kunci rumah-rumah tak berlantai. Rumah-rumah yang berdiri di tepi pantai, menunggu laut menjemput, meneriakkan ombak pada lantai, mengantar gelombang pada kertas-kertas yang berjatuhan dari buku catatan tuhan.

Aku sungguh ingin kau tak ragu mengingat tubuhku yang pecah berkeping, dalam kepalan pintu-pintu yang tak sabar menanti ketukan sebatang coklat.

Sepenggal Hujan

0 komentar Read More →
Kau membawa musim hujan ke dalam kepalaku. Menjejalkan gumpalan mendung lewat lubang hidung dan telingaku. Bisa kututup rapat-rapat bibirku, namun tak mampu apapun menyumpal lubang hidung dan kedua telingaku. Selalu mengendus dan mendengar getar nadimu, seperti anjing pelacak mengendus heroin, mendengar detak jantung seorang buronan. Maka aku mengejarmu tanpa peduli waktu, tempat dan majikan yang memegangi tali kekang di leherku. Berlari di semak-semak dan reruntuhan gedung, seperti adegan sebuah film. Aku memburu tubuhmu. Diam-diam berlomba dengan desing peluru, ingin kuterkam kau saat masih berlari. Sebelum guntur meletus, meledakkan gumpalan mendung di balik keningku. Aku tak ingin cerita tamat tanpa akhir yang sempurna. Aku ingin hujan turun sebelum wajahku keriput. Sederhana saja, uangku mungkin hanya cukup untuk beli racun tikus, sebagai pereda rasa sakit di perut anak-anakku. Lalu aku mesti kerja lagi, mengendus jejak-jejak tikus di lorong-lorong kota. Jika beruntung, akan kubawakan keju untuk anak-anakku. Memeluk anak-anakku di teras rumah, memandang hujan dari balik kaca. Kalian yang berdiam dalam rumah, tak perlu berteduh lagi. Biar hujan turun, anak-anakku sedang belajar melukis pelangi.

percaya padaku.....

0 komentar Read More →
aku tak tahu apa yang ku rasakan

dalam hatiku saat pertama kali

lihat dirimu, melihatmu

seluruh tubuhku terpaku dan membisu

detak jantungku berdebar tak menentu

sepertinya aku tak ingin berlalu



berikan cintamu juga sayangmu

percaya padaku ku kan menjagamu

hingga waktu menjemputku

ku berikan cintaku juga sayangku

percaya padaku ku kan menjagamu

hingga waktu menjemputku



saat ku tahu kau akan pergi jauh

izinkan aku tuk selalu menantimu

untuk katakan ku ingin dirimu (ingin dirimu)

agar kau tahu betapa ku terlalu

mencintaimu aku akan menunggu

hingga dirimu kembali untukku

Minggu, 29 Agustus 2010

“TENTANG AKU DAN KAMU”

0 komentar Read More →
Langkahku terhenti saat hati mulai mencair karena rindu…
Tataplah mentari, karena hari ini semuanya harus kita akhiri
Genggamlah jariku, karena mungkin kita tak mungkin kembali ke masa-masa ini…
Peluk tubuhku ini, karena sungguh… aku ingin..

Pertama ku sentuh warnamu, saat hati ini gersang, penuh dengan debu….
Sperti Oase yg bangkitkan hasrat untuk berbagi angan.. kamu hadir bawakan aku Cinta..
Kamu buat aku tertunduk, merenung, dan menatap jauh ke dalam mata indahmu
Sungguh.., aku telah tenggelam dan hanyut dalam lautan cinta terlarang ini..

Saat kututup mataku, terbersit keinginan untuk bawa kamu jauh kedalam kehidupanku
Saat kuyakinkan hati ini bahwa kamu mampu bertahan dengan semua keadaanku saat ini
Selalu ada sesuatu yang memaksa aku berfikir kembali untuk melangkah lebih jauh
Sampai di Titik ini, aku harus menjawab… mengapa hatiku sering bimbang

Jujur…. dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam.. aku katakan…
Aku sayang kamu…… Aku cinta Kamu… Aku akan selalu rindu padamu…..
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu
Hingga buatlah kamu benci padaku karena perasaanku ini…

12 Des 08, kita putuskan untuk arungi lautan yg penuh gelombang ini bersama-sama
Berbekal hati yg terluka, coba abaikan sakitnya, penuh harap, gantungkan angan diangkasa…
Walau hampir basah pipi ini dengan air mata tak percaya…
Getir…. Saat kau ucapkan setiap kata yang terbungkus cerita tentang kamu dengan dia…

Tapi sudahlah, aku bisa terima semua itu… dan berharap, tak ada lagi cerita yg keluar dari bibirmu tentang masa lalumu itu, karena aku masih ingat jelas rasa sakitnya…

Sejak saat itu, hariku tak lagi membosankan…
Sejak saat itu, ada wajah dan warnamu dalam setiap ruang di hati dan fikiranku
Ada senyummu, pandanganmu dan suaramu di sela-sela aku menghela nafas…
Sungguh, kamu begitu memberi arti di dalam kisah hidupku

Sampai kusadari, aku bukanlah orang yang kau cari…
Aku bukanlah pangeran dalam mimpimu…
Aku bukanlah pembawa bahagian di masadepanmu,
Aku hanya seorang pemimpi, yg dapat halangi kamu untuk temukan belahan hatimu yang lain..

Aku tak bisa menjadi tanpa batas dimatamu…
Akupun Kadang tak bisa selalu ada disisimu saat kamu butuh aku..
Aku tak bisa janjikan waktu-waktu indah untuk kamu,
Aku sadar benar, semua ini menyiksamu… aku dan kenangan-kenangan kita

Bila kita tak mungkin lagi bersatu,…
Sungguh….
Aku akan tetap berusah selalu ada untuk kamu,
Walau tak mungkin lagi hatimu utuh untukku..

Semoga kamu temukan cinta sejatimu, tanpa batas… hingga dunia tau….
Sesungguhnya ada ruang di dalam mata indahmu..
Ruang yang hanya pantas diisi dengan cinta tulus dengan hati…
Aku Cinta Padamu…

Terima kasih, untuk semua sayang dan cintamu.. yg membuat aku akan sangat kehilanganmu..
Jangan lupakan aku.. sungguh, kisah ini jadi penggalan manis dalam hidupku,
Walau “kita cukup sampai disini….”
Mungkin, Sampai aku kembali lagi…

Mungkin…

Malam

0 komentar Read More →
Malam begitu sepi
Saat terhenyut dalam ingat-MU
Dalam kesendirian malamku
Asma_Mu ku lantunkan
Lailahaillah…..
Tuhan…
Malam_Ku terasa sunyi
Hembusan Angin
Telah membawa jiwa ke dalam keterasingan
Sedetik,,,Ku lalaikan seruan_Mu
Membawa diri untuk Menangis keharibaan-MU
Tuhan….
Jagalah Hamba_MU dari dosa dan siksa
Sujud_ku dalam Tuntunan_MU

Ya Allah

0 komentar Read More →
Kupilih hinanya sebuah Kefakiran dari mulianya Kekayaan akibat dari seorang Ibu Kandung yang cinta Dunia.
Sungguh Qanaah itu ada di suatu tingkat, yang tak ada lagi tingkatan yang mengunggulinya,
namun mereka bangga akan berbuat kedzaliman.
kemuliaan tanpa ALLAH adalah kehinaan sejati,
Merasa mulia dengan ALLAH adalah Kemuliaan Yang Hakiki

Wahai Tuhanku,
Setiap hamba mengharapkan-MU,
engkaulah penguasa Alam dan pencipta Makhluk
Kepada ALLAH penuh percaya dan keyakinan setiap detik.
dan dari ALLAH harapan Curahan Rahmat dari-NYA.

Istana Selot 20 Paledang BOGOR didalamnya ada kesedihan datang silih berganti.
maka pasrahlah dan ridholah pada cobaan dan bencana yang menimpa.
yang ridho dengan takdir akan mendapat ketentraman.
yang benci dengan takdir akan mendapat siksa.

Wahai Sumber Kelapangan dan kesulitan.
Engkaulah pemilik tenda yang pasaknya tertancap dalam Qalbuku.
penyingkap sebuah hijab dari Kejauhan, pemberi karunia yang Agung.
ketika kuhadapi berbagai kesulitan Engkau hadir bersamaku, tuk menghilangkan duka dan kesedihan.

DIA-lah ALLAH Yang Maha Memiliki Keagungan, kebesaran, dan kekekalan. Andai bukan karena ALLAH, bumi dan langit tak akan pernah ada. keindahan Ciptaa-MU telah merasuk dalam lubuk hati yang paling Dalam.

Wahai Yang Maha Sempurna ,
Hamba tak pernah lalai dari perintah-MU,
setiap kali berhembus angin timur, qalbuku rindu kepada-MU,
Ruhku pun tak pernah sadar dari mabuk CINTA FITRI kepada-MU.

Hamba cukup merasa Mulia karena Engkau adalah Tuhanku,
Hamba cukup merasa Bangga karena Hamba adalah Hamba-MU,

Ya ALLAH, Engkau seperti yang kucinta,
maka berilah hamba Taufik untuk melakukan suatu perbuatan yang Engkau Cintai,
Engkau seperti yang kuinginkan, maka berilah hamba Taufik untuk melakukan suatu perbuatan yang Engkau Inginkan.

Rabu, 07 Oktober 2009

KAWAN

0 komentar Read More →

kawan........
engkau telah mengisi hari hari ku
dengan canda tawamu
nampak diwajahmu
ceria nan rupawan

kawan......
begitu bertartinya kau
dalam hidup ini
serasa hampa
jika kau tak disisi
kumelangkah tanpamu disamping
serasa diruang tak berpenghuni
walau kuberada dikeramaian
rasa linglung
jika kau tak menemani
tak tahu berbuat apa
tanpamu disisi

kawan.......
kaulah tempat curahanku
tempat curahan dari segala gundaku
kapanpun dimanapun bagaimanapun
dalam keadaan apapun
kau....selalu ada untukku
selalu ada disetiap kubutuh
tak nampak sedetil molekul terkecil
keluh kesa dihatimu
untuk menemaniku

kawan.........
begitu besar jasamu
kata terimakasih
bahkan berbuat
tak cukup membalas jasamu
terimakasi berjuta
berbuat segala untukmu
tak dapat mewakili
terimakasihku untukmu
kawan....
betapa besar jasamu
tak dapat diungkap dengan kata
andaikan air laut sebagai tinta
bahkan seisi bumipun tak cukup sebagai tinta
untuk menuliskan jasamu

kawan........
kuingin selau bersamamu
rasa tak ingin kulalui waktu
tanpamu
kawan......
kuingin selalu dekatmu
rasa tak ingin ada antara denganmu
kawan......
ku tak ingin pisah dari mu
rasa gunda tanpa mu
disampingku
kawan....
jangan pergi dariku

KEBUMEN 13 juni 2009

PUISI UNTUK SAHABAT

0 komentar Read More →
sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam

SEPATAH KATA BUAT SAHABATKU

0 komentar Read More →
Bisik jiwa tlah terputus dalam satu hembusan nafas
Janji suci tlah kau ingkari tuk bersama
Dalam tawa dan duka
Yakinlah selalu … sobat
Bawa segala luka yang menyobek hatimu
Adalah pisau yang mengalir di setiap tetes darahku
Kesedihan yang nampak di raut mukamu
Adalah kepedihan terdalamku
Ketidakramahan dirimu adalah penyobek hatiku
Taukah kau sobat?
Bahwa secercah tawa yang dulu slalu menghiasi wajahmu
Kini tlah pudar dan bukan lagi
Kebanggaan dalam tali hati antara kau dan aku
Kini kau telah melepas jemari itu
Padahal aku rapuh tanpa tangan itu
Aku ingin kau selalu menjaga dan melindungiku
Sobat …
Sebuah tamparan yang selalu kudapat bila kusalah
Sebuah bimbingan yang selalu merangkulku bila kulemah
Kini tak akan pernah kudapati lagi
Kemana aku harus mencari itu semua?
Kau pergi tanpa mengucap sepatah kata pun
Kau telah memutus persahabatan itu
Persahabatan yang suci
Kini tlah kau nodai dengan kebungkaman, kebohongan, dan kebosanan
Semuanya penuh kepura-puraan
Kau jadikan persahabatan
Sebagai tempat berlabuh
Tuk mencari pengalaman kehidupan
Kenapa kau lakukan ini?
Ku diam dalam kebungkaman yang penuh kesakitan
Sedangkan dirimu tertawa penuh keriangan
Lalu kini ku bertanya:
Apa menurutmu seorang sahabat?
And sahabat yang tulus seperti apa?
Kau hanya diam tak bisa menjawab
Sobat …

Maafkan diri ini bila diri ini bersalah
Meski kau telah pergi
Bagiku kau selalu ada dalam hatiku
Karena kau adalah sahabatku
Dari dulu dan sampai kapan pun

[ from seseorang ]


OLEH ; ANJAR

UNTUKMU SAHABAT

0 komentar Read More →
Di saat kita nikmati kebersamaan
Banyak hal terlewatkan begitu saja
Keceriaan, gelak-tawa serta canda ria
Semuanya mengalir begitu saja

Waktu yang tersedia
Seolah tak mampu untuk menampungnya
Begitu cepat berlalu
Berlari seolah tak mau berhenti

Kenangan-kenangan itu tak terasa
Pergi meninggalkan semua kegembiraan
Keceriaan, gelak tawa serta canda ria
Satu persatu kenangan itu hilang sekejap mata
Ada sederet senyum saat terlintas memory yang dulu kala

Kenapa kegembiraan itu harus pergi?
Tidak searah dengan langkah kaki?
Kapan ini semua bisa terulang kembali?
Akankah kita tidak akan pernah bertemu lagi?

Sahabat…
Semua yang pernah kita jalani
Hari demi hari, waktu demi waktu
Tatkala kita lalui semuanya bersama


Banyak hal yang pernah terjadi
Karena itulah liturgi hidup yang kita miliki
Kadang benci, kesal dan kecewa
Juga senang, hormat dan sayang

Sungguh luar biasa apa yang telah kita lalui bersama
Inikah pemberian tak ternilai dari Sang Kuasa?
Yang sering kali tak pernah kita syukuri adanya

Ya Allah…
Lindungilah mereka yang kucinta.

UNTUKMU TEMAN

0 komentar Read More →
Langit hitam berbenang merah bersulam darah
Halilintar bergetar menebarkan tebaran getar
Lautan berbingkai bangkai melukis mati
Bumi berajah api membakar hati
Hutan berimba cahaya menyilaukan rasa
Semesta berbicara berakhirlah dunia

Halilintar menyambar melontarkan kabar berlontar mati
Darah melambai-lambai di atas periuk berduri
Jiwa berumbai-rumbai dalam dekapan mimpi
Rongga api di hentakan ke dasar bumi

Kepapakan gagak berapi suci
Meniadakan nafas yang telah pergi

Sinar seperti bayangan bulan mengelegar membuka pintu kematian
Sayatan pedang berduri tajam di tarik pelan
Nafas telah panas sudah saatnya pergi
Kembali kedaLam pusaran cahaya remang
Selamat jalan

Oleh :Nso

KENAPA KAU DIAM SAHABAT

0 komentar Read More →
Mengapa Kau diam Sahabat?
Aku Diam Karena aku tidak ingin bicara
Aku menikmaati suasana Hening
Karena Hening dapat memberikan Nuansa

Tidak kah kau lihat mereka berbicara Sahabat?
Kenapa Kau memilh selalu diam
Aku Bukan mereka, aku tidak suka banyak bicara
Itu menunjukan meraka tidak Mempunyai Makna

Tidak Kah Kau Sakit atau Marah atas ulah mereka sahabat?
Marah? kenapa harus marah.. aku hanya tertawa
Lihatlah mereka, Badut-badut panggung melakonkan drama
Itulah Kwalitas Mereka yang tak bijaksana

Bukan kah diam tak menyelesakai Masalah Sahabat?
Kamu salah, Diam menjawab dengan seribu bahasa
Apakah tidak kau lihat congor mereka berbusa
Dengan kata-kata yang hanya sebuah bisa

lalu apa yang akan kau lakukan sahabat?
Aku hanya akan melihat dan terus tertawa
Melihat Ocehan badut-badut panggung itu disana
tidak kah kau terhidur oleh meraka

Kau betul sahabat ku yang sangat kucinta
Memang dengan banyak berbicara kita terlihat merana
Dengan diam kita bisa memaknai yang ada
Kau memang sahabat ku yang bijaksana.

KEKASIH RINDUKU

0 komentar Read More →
wahai malam..........
jangan kau redupkan sinar dihatinya
tuk slalu menjadi cahaya cinta dihatiku
ungkap segala gundah dan resah dalam jiwa
mekarkan bunga-bunga kerinduan dalam asmara

wahai sepi.........
jangan kau sembunyikan cintanya dariku
karna yang kuharap besar sayangnya kepadaku
bangunkan rindu yang resah dalam kalbu
usik lamunan di gelap asa yang tak mengaku

wahai dingin........
jangan kau bekukan kerinduan di antara kami
karna dia slalu hadir dalam mimpi-mimpi
getarkan dawai-dawai cinta dalam hati
nyanyikan desir angin di tiap sudut sepi

wahai kekasih......
berikan aku setangkai kelembutan jiwa
tuk mampu ungkap tirai-tirai asa tersisa
sampaikan ungkap jiwa dalam relung-relung rindu
kepadamu..........
wahai kekasih rinduku.......

APAKAH ITU CINTA

0 komentar Read More →
Aku memandang nyalang, pada manusia lalu lalang
Kulihat, tanpa sedikitpun segan, mereka menggamitkan jemari tangan
Kata cinta menguar di angkasa, menghayutkan gemawan mega
Mangaburkan keindahan bintang gemintang, panji dan agungnya bentara
Namun di sini, berdiri aku dalam keraguan
Tak mengerti dan terus bertanya :
Apakah segalon cinta lebih manis ketimbang sececap cita?
Dan apakah bahagia terwujudi harus dengan dimiliki?
Dan apakah seorang pangeran hanya dapat menjadi raja,
Pabila mempersandingkan permaisuri di sisinya?

Dan tanya itu menggiringku masuk ke dalam labirin tua
Lorong pekat penuh lembap yang dindingnya berkeropeng dusta
Penuh tipu daya, tiap simpangannya menyesatkan pengelana
Aku ikuti setitik cahya, dan kulihat jawab di ujungnya

Aku bertanya lantang, “Wahai, apakah itu cinta?”
Kulihat sepasang muda-mudi bergelayutan mesra
Sang gadis tertawa mengikik, sang pemuda menggeliat laknat
Sahutnya, cinta adalah hari ini
Yang tergantikan segera oleh hari esok
Dia adalah kesenangan yang berkelindan selalu
Birahi yang terpuaskan, nikmat yang berseliweran
Aku tercenung, dan terus termenung
Jika cinta adalah pesta pora, lalu apa arti cerita Majnun
Cinta baginya adalah kisaran derita
Tetapi Majnun hanya tahu itu cinta, walau dia buta
Oh, betapa takdir cintanya berakhir nestapa

Aku berpaling dari mereka yang mencemooh nakal
Lalu aku pergi menuju ujung lain lorong teka-teki
Kuikuti suara-suara merdu, tawa, dan musik syahdu
Walau gelap pekat, suara itu menuntunku pasti
Dan akhirnya kulihat panggung megah berdiri kokoh
Dipenuhi penyair dan pujangga sepanjang masa

Dadaku serasa bergolak, aku menyeruak dan berteriak, “Wahai apakah itu cinta?”
Seorang pujangga menoleh, berdiri, dan menjawab panggilanku lalu mulai bersyair,
Cinta adalah roman tanpa batas
Inspirasi yang takkan mati; Api yang takkan padam
Yang geloranya membuatmu remuk redam
Tapi, bagai kecanduan, kau akan terus menyesapnya
Membuatmu merasa terbang menuju menuju mentari yang menyala perkasa
Sekali lagi, keraguan menyelinap dan membisik
Mestikah begitu, sebab kulihat nyala sangat redup
Menyambangi jalinan pernikahan yang suci
Gairah sejoli telah berakhir, tapi tidak memupus ikatannya
Tapi mereka masih menyebutnya cinta
Walau madunya telah habis, Sang kumbang masih hinggap di atas kembang

Aku melengos tak puas, dan berjalan tak tahu ke mana
Kususuri lorong berliku, begitu panjang jalanan, begitu terjal undakan
Dan pada satu tangganya, kulihat seorang pengemis renta mengharap derma
Dia berkata, “berikanlah milikmu yang terbaik, dan kusampaikan kebijaksanaanku”
Aku sebenarnya tak ingin percaya, tapi kakiku terlalu letih mencari jawab
Kuulurkan sebongkah batu mirah sembari bertanya, “Wahai, apakah itu cinta?”

Si pengemis diam dalam takzim, dan menjawab,
Cinta adalah menghamba tanpa bertanya
Ketaatan tanpa memerlukan jawaban
Kau memuja, dan menjadikan dirimu budak dengan sukarela
Kata-kata cinta adalah perintah yang tiada terbantah
Aku terpekur dan tak henti berpikir
Jika cinta merupakan penghambaan, lalu apa arti cinta Ilahi?
Dia yang menurunkan hujan, dan lebih agung dari apapun jua
Dia yang memberikan rizki kepada orang paling durjana sekalipun
Dia yang mencintai makhluk-Nya, dan tak memerlukan apapun dari makhluk-Nya

Aku merasa rugi atas permata yang terbuang percuma
Ini bukanlah kebijaksanaan; melainkan kedunguan!
Cinta si pengemis selamanya menjadikan dirinya pengemis
Yang mengiba, meminta, dan mengharap sejumput kasih
Jika ini dinamakan cinta, maka terkutuklah kata cinta!
Aku muak atas pencarian ini, lalu memutuskan keluar
Labirin tua tak lagi mengurungku, dan bau laut seakan memanggilku
Ini adalah aroma kebebasan yang menarik para pemberani
Dan seperti cerita lama, aku berlayar menuju samudera berombak, –sendiri
Angin kencang membantu lajuku, dan kapalku menuju horizon di tapal batas
Mencari dunia baru untuk ditaklukkan
Di ujung dek aku berteriak penuh kegembiraan
Walau kegembiraan itu kadang dibayar oleh rasa hampa di tengah lautan
Oh, tahun-tahun berselang; musim-musim berganti datang
Waktu-penuh-kenangan yang berkandung duka dan suka
Namun, pada suatu hari yang mengejutkan
Badai datang menenggelamkan apa yang tersisa
Aku lihat puing-puing yang karam, dan onggokan
Sementara aku hanyut ditemani tongkang yang terombang-ambing
Entah mengantarkanku ke mana

Di suatu tempat, saat aku membuka mataku
Aku rasai pasir lembut yang harum baunya
Dan riak ombak bermain-main di sekujur tubuhku
Apakah ini tanah orang- orang mati, ataukah aku masih hidup?
Oh, betapa hausnya aku…seteguk air akan mengobatiku
Dan, aku lihat sesosok datang mendekat
Sorot matanya menatapku lekat
Lalu menuangkan seteguk air pada bibirku yang kekeringan sangat
Pandanganku terasa kabur, dan dunia terasa berputar begitu cepat
Aku berharap dia adalah malaikat tak bersayap yang memberikan jawab
Aku merasa maut sebentar lagi menjemput,
Jadi tak ada salahnya bertanya, toh rasa malu akan terbawa lalu
Setelah sekian lama, sekali lagi aku bertanya, “Wahai, apakah itu cinta?”

Dia termangu,dan hanya tersenyum
Untuk menenangkan jiwaku yang sekarat, dia menatapku lembut
Dan kata-kata bagai menetes dari mulutnya
Kata-kata serasa madu yang manisnya teringat selalu, Jawabnya :
Cinta bukanlah benda untuk dimiliki
Tetapi tindakan untuk diperjuangkan
Cinta adalah kebaikan tanpa imbalan
Pernahkah mentari bertanya padamu atas sinarnya yang terang
Dan pernahkah pepohonan meminta jawaban atas keteduhannya
Jika kau memberikan segelas air pada orang asing,
Dan dia tak berhutang padamu apapun
Itulah cinta.
Bagaikan petani, kau menanam benihnya
Lalu orang lain memakan buahnya, menghilangkan rasa laparnya
Tetap ingatlah, cinta adalah pilihan hatimu
Bukan keterpaksaan dari rasa takut
Sebab cinta tidak pernah membuatmu merasa kehilangan
Dia terus membuat hatimu merasa kaya
Namun, sungguh dunia telah tercerai berai,
Dan manusia menjadi tersesat oleh makna cinta
Tergelincir keserakahan, cinta menjadi memabukkan
Untuk memiliki, bukannya memberikan
Untuk menguasai, bukannya mengasihi
Jika cinta tinggallah nafsu diri belaka
Yang tersisa hanyalah kerusakan semata
Tiada peduli sesama; Semuanya mengagungkan diri jua
Orang menamakannya cinta; tapi itu hanyalah dusta

Hari itu, aku tahu
Bahwa perjalananku bukannya berakhir,
Tetapi baru saja dimulai

Lalu aku mengatup mata
Dan mulai mendoa
Untuk satu pilihan kata di hati.


Bandung, 12 April 2007
A quest for A question
Sumber: pecintasyair.blogspot.com
 

About Me

Followers

Copyright © 2010 BulPen Corporation

Template By Nano Yulianto